IG Talk Januari

Pada Jumat (15/1), UKM Center FEB UI pertama kali mengadakan IG Talk yang diisi oleh Ibu Eva Nur Aviyah. Beliau adalah salah satu mitra binaan UKM Center FEB UI dan juga pemilik usaha Enofa Kering Kentang dan Teri Balado. Acara ini dimoderatori oleh Mas Miqdad Robbani selaku Kepala Divisi Advokasi Bisnis, UKM Center FEB UI. Adapun topik yang dibahas oleh Bu Eva dan Mas Miqdad pada kesempatan kali ini adalah Motivasi Membangun Bisnis.

Pada awal sesi, Ibu Eva menceritakan pengalaman dalam menjalankan bisnisnya. Apabila biasanya para pengusaha diminta mendefinisikan terlebih dahulu target pasarnya, baru kemudian menciptakan sebuah produk, Ibu Eva melakukan proses sebaliknya dimana ia membuat sebuah produk yang menurutnya berkualitas tanpa mengidentifikasi target marketnya terlebih dahulu. Menurut beliau, hal terpenting dalam menjalankan usaha adalah segera memulai terlebih dahulu.

Berdasarkan kondisi tersebut, Ibu Eva memandang penting untuk mencari tahu bagaimana cara memasarkan produknya. Dalam melakukan hal tersebut, mengikuti pelatihan menjadi pilihan. Hal ini dikarenakan pelatihan merupakan wadah untuk membuka mencari wawasan dan berjejaring. Sebagai pelaku usaha jika kita meremehkan kegiatan pelatihan, kita tidak akan berkembang. Berdasarkan pengalaman dari Ibu Eva, beliau bahkan pernah dibantu untuk membuat package bagi produknya melalui sebuah program pelatihan .

Tidak hanya, mengikuti pelatihan juga membantu para pelaku usaha untuk keluar dari zona nyaman dalam menjalankan usahanya. Hal ini dikarenakan bagian ini, adalah bagi pelaku usaha. Padahal jika dilakukan dengan maksimal, maka hasilnya akan maksimal pula dalam mendorong usaha untuk berkembang. Dengan mengikuti banyak pelatihan, para pelaku usaha juga akan belajar unutk menerima kritikan dan masukan dari orang lain untuk menjalankan usaha. Hal ini berguna dalam memberikan pandangan positif mengenai produk kita.

 

Pada Jumat (22/1), UKM Center FEB UI mengadakan Bedah UKM dimana pada kesempatan ini topik yang diangkat adalah “Peluang Penjualan Frozen Food di Masa Pandemi” dengan pembicara Budi Darmawan selaku Sales Director dari PT Belfoods Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan dimoderatori oleh Miqdad Robbani selaku Kepala Divisi Advokasi Bisnis UKM Center FEB UI.

Pada kesempatan kali ini, Bapak Budi menekankan peningkatan peluang usaha dari bisnis forzen food berdasarkan pengalaman beliau dalam melihat penjualan perusahaannya. Beliau memaparkan bahwa terdapat penurunan pada sektor business to business, namun di saat yang sama juga terjadi peningkatan yang signifikan dalam penjualan di kalangan retail. Hal ini dipacu dari preferensi para konsumen yang lebih sering memasak sendiri dibandingkan mengkonsumsi makanan di luar.

Beliau juga memaparkan mengenai karakteristik usaha frozen food. Sebagai contoh, beliau memaparkan perlengkapan yang dibutuhkan dalam menjalankan usaha frozen food. Beliau juga menjelaskan variasi produk yang bisa dilakukan dalam usaha frozen food. Hal ini membantu pelaku usaha mikro untuk mengidentifikasi apa saja yang dibutuhkan dalam membuka usaha ini.

Klinik Bisnis Januari

Pada Jumat (29/1) UKM Center FEB UI mengadakan Klinik Bisnis dengan tema “Kupas Tuntas Penjualan Produk Kuliner pada Masa Pandemi”. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha mikro untuk mencari solusi bagi masalah berkaitan dengan produk mereka. Pada kesempatan kali ini, pembicara yang akan mengisi adalah Chandra Hadi Junarto selaku pemiliki Lokananta Resto sekaligus konsultan bagi produk food and beverage. Kegiatan ini dimoderatori oleh Miqdad Robbani selaku Kepala Advokasi UKM Center FEB UI.

Pada sesi awal, Bapak Chandra menceritakan pengalaman usahanya dalam mengelola bisnisnya di masa pandemi. Beliau bercerita bahwa usahanya bahkan sampai harus mengganti menu khususnya menu-menu yang cepat basi. Sebagai contoh, beliau mengurangi produk yang mengandung sayur-sayuran dan memperbanyak produk yang memiliki makanan frozen food. Tidak hanya itu, beliau juga memperbanyak pemasaran dengan membuka akses melalui berbagi platform online.

Beliau juga menekankan pentingnya para pelaku usaha mikro untuk bisa membedakan antara usaha dengan visi bertahan hidup dan juga untuk berkembang. Belakangan banyak usaha kuliner tumbuh sebagai salah satu opsi bertahan hidup. Sedangkan bagi para pelaku usaha mikro yang memiliki visi untuk tumbuh, mereka harus siap mengambil resiko untuk melihat kesempatan yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Menu