Social Entrepreneurship (Kewirausahaan Sosial) sepertinya telah menyebar bak virus di Indonesia, khususnya di kalangan anak muda. Terbukti beberapa anak muda kini tengah giat menjalankan bisnis dengan misi menyelesaikan masalah sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
“Sebut saja dreamdelion dan kitabisa.co.id. Para founder bisnis sosial tersebut adalah anak muda. Mereka memulai kegiatan tersebut saat masih duduk di bangku perkuliahan.” Jelas Dewi Meisari, kepala UKM Center FEUI pada acara Social Entrepreneurship Inspirational Session (SEIS) yang diselenggarakan Development Bank of Singapore (DBS) di DBS Bank Tower, Ciputra World.

Pada kesempatan itu, UKM Center FEUI mendapat kesempatan untuk menyampaikan social entrepreneurship kepada seluruh karyawan Development Bank of Singapore (DBS). Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk berbagi wawasan mengenai social entrepreneurship meliputi pengertian, konsep bisnis, bentuk aktivitas, contoh kegiatan yang ada di Indonesia, serta apa yang dapat DBS kontribusikan demi mendukung hal tersebut.
Lebih jauh, Dewi Meisari melanjutkan bahwa perbedaan mendasar antara kewirausahaan secara umum dan yang berbasis sosial terletak pada prinsipnya. Jika kewirausahaan secara umum bertujuan untuk mencari dan memaksimalkan keuntungan, kewirausahaan sosial bertujuan menyelesaikan permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat dengan tetap mencari keuntungan untuk kegiatan operasional organisasi. Meski demikian, manfaat sosial yang diberikan perusahaan kepada masyarakat lebih besar dibanding keuntungan yang diterima.

“Sepatu Toms adalah salah satu model perusahaan berbasis social entrepreneurship yang didirikan oleh Blake Mycoskie. Perusahaan tersebut akan memberi sepasang sepatu kepada anak-anak yang tinggal di negara berkembang untuk setiap pasang sepatu yang terjual.” Kata Dewi Meisari memberi contoh salah satu perusahaan terkenal berbasis social entrepreneurship. Selain Toms, Dewi juga menambahkan contoh lainnya seperti Rumah Sakit Mata di India yang melayani pengobatan mata berbiaya rendah bagi masyarakat dan sebuah mall besar di Inggris yang setiap karyawannya memperoleh porsi kepemilikan saham.
Social Entrepreneurship dipandang sebagai salah satu solusi kreatif untuk mengatasi berbagai masalah sosial yang terjadi di masyarakat misalnya kemiskinan, kesehatan, dan lingkungan. Tidak ketinggalan konsep bisnis ini juga mulai berkembang di Indonesia yang dimotori oleh para anak muda.
Dalam kesempatan tersebut, UKM Center FEUI datang bersama dua social enterprise yaitu Nara Recycle dan Kitabisa. Keduanya merupakan mitra UKM Center FEUI. Nara Recycle yang didirikan oleh Neyza, alumnus Politeknik Negeri Jakarta, merupakan sebuah usaha sosial yang memproduksi aneka souvenir dari kertas daur ulang. Neyza menceritakan bahwa saat ini setidaknya ada 9 orang karyawan yang dipekerjakan untuk memproduksi souvenir dari limbah kertas yang semuanya adalah anak jalanan.

Berbeda dengan Nara Recycle, Kitabisa merupakan inisiator crowd funding pertama di Indonesia yang menjadi perantara para donatur dengan lembaga/gerakan yang membutuhkan donasi. “Melalui website kitabisa.com, para donatur dapat memilih program mana yang ingin didanai.” Jelas Badaruddin Motik (business development kitabisa.com) kepada karyawan DBS yang hadir pada pertemuan tersebut. Kitabisa.com telah memperantarai puluhan gerakan/lembaga yang membutuhkan funding untuk program yang mereka gagas dalam rangka memberi manfaat kepada sesama.
Seusai acara, sejumlah karyawan DBS yang tampak antusias dengan social entrepreneurship memenuhi rasa ingin tahu mereka dengan bertanya kepada Neyza dan Motik yang saat itu masih berada di sekitar lokasi kegiatan.

Kita berharap semoga gerakan social entrepreneurship terus tumbuh dengan semangat inovasi dan kolaborasi demi menyajikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang ada di Indonesia. Hal baik ini tentu harus mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, NGO, maupun perusahaan swasta.
Salam sinergi!

 

IMG_6651 IMG_6669

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Menu